"SELAMAT DATANG DI WEBSITE BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK - BIDANG IDEOLOGI DAN WAWASAN KEBANGSAAN PROVINSI DKI JAKARTA"

Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial Yang Tidak Bisa Diabaikan


Media sosial sebagai sarana penyadaran dan pemberdayaan masyarakat perlu  dioptimalkan pemanfaatannya bagi semua kalangan, karena media sosial telah menjadi bagian dari sarana informasi,  komunikasi, publikasi bahkan dokumentasi yang dianggap paling efektif pada era milineal sekarang ini.

Masalahnya memang membangun kesadaran dan pemahaman masyakat itu  bukan pekerjaan yang gampang. Apalagi semua itu harus dilakukan secara bersama dengan banyak pihak, termasuk warga masyarakat itu sendiri yang mau ikut ambil bagian dalam melakukannya.

Melalui berbagai media sosial dengan derap langkahnya demi membangun kesadaran, pemberdayaan dan kepedulian terhadap pemahaman bahwa media sosial itu sendiri perlu dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan serta perbaikan agar tarap kehidupan bisa lebih baik dan lebih beradab, menempatkan nilai-nilai kemanusiaan harus terus dilakukan, sebagai bagian dari dharma bhakti kita kepada bangsa dan negara.

Kesadaran dan pemahaman serupa ini patut digelorakan pada segenap orang, bahwa tatanan dunia hanya akan lebih baik dibangun atas kesadaran bersama, tanpa hirau pada mereka yang tega melakukan kerusakan demi dan untuk kepentingan diri sendiri, atau kelompoknya saja dengan mengabaikan kepentingan orang banyak.

Oleh karena itu egosentrisitas harus ditekan, termasuk dalam penggunaan media informasi, publikasi, komunikasi pada orang seorang, apalagi publik yang lebih bersifat massal.

Kesadaran pada muatan nilai yang memiliki daya rusak luar biasa dari media sosial yang kita gunakan dapat menjadi bandingan nyata dari apa yang bisa kita lakukan untuk kemaslahatan orang banyak. 
Jika egosentrisitas dapat ditekan, mana mungkin berita hoax dan informasi maupun publikasi yang tidak senonoh dapat diminimalisasi dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial yang tumbuh dari lubuk hati setiap orang.  

Demikian pula partisipasi publik untuk tidak merespon pekabaran buruk atau yang jelek itu, sehingga penyebarannya tidak terus berkembang biak dengan liar hingga semakin sulit diatasi agar tidak sampai menjadi wabah apidemi yang susah diberantas.

Jadi peran serta masyarakat pembaca tidak kalah penting untuk mencegah atau meminimalisasi kegandrungan dari penyebaran informasi, publikasi maupun komunikasi langsung peace to peace dengan orang seorang yang masih terus berlangsung sampai sekarang.

Semoga semua anggota PPWK Kesbangpol DKI  benar² ikut peduli dan berpartisipasi dalam mencegah efek negatif dari penyalahgunaan media sosial ke arah penyebaran hoax yang menyesatkan. Aaamiiiin   

Tangsel, 31 maret 2020.